putra pertamaku lahir tanggal 22 Januari 2009 (beberapa hari lagi ultah yang ke 2), ku beri nama Chairi Ziyad Yofri, yang berarti Chairi : Baik/kebaikan(arab), Ziyad : Kelebihan/Penambahan (arab), Yofri : nama saya-ayahnya. jadi artinya kebaikan Yang ber lebih/bertambah. panggilannya Ziyad (nama sahabat Rosulullah SAW). saat ku beri nama tersebut, keluarga istriku protes 'kenapa hanya ada nama ayahnya saja, tanpa nama bunda nya. saat itu ku jawab sekena saja " untuk menandakan bahwa dia adalah anak ku, tanpa nama itu sukar membuktikan kalui dia anak ku (perlu tes DNA kali yaa..), sedangkan tanpa nama bundanya, orang akan langsung yakin kl ziyad itu anaknya, sebab orang tau bundanya yang mengandung dan melahirkan. sedangkan aku, tidak ada tanda-tanda sedikitpun. hanya dg nama-ku itu lah ku buktikan bahwa dia adalh anak ku. dan sejak itu aku bertekad akan selalu menyertakan namaku dibelakang nama setiap anak-anak ku.
kan kujadikan YOFRI sebagai nama kebesaran di keluargaku. sebanarnya Yofri adalah nama yang diberikan oleh ortu ku, tidak ada arti dan maksud apa-apa, atau bukan nama siapa-siapa dikelurga ku.pun dikelurga ku tidak ada kebiasaan untuk memberi nama belakang yang sama untuk setiap anak. namun aku bertekad untuk berbeda, aku akan jadikan YOFRI sebagai nama besar, nama yang kelak di kenang oleh banyak orang. jika tidak terkenal oleh ku, oleh anak dan cucuku. oh ya, tentu saja aku berharap anak-anak ku kelak jika punya anak akan tetap menyertakan nama YOFRI di belakang nama anak-anak mereka.
dengan menyertakan namaku di belakang nama anak-anak ku, ada suatu motivasi tersendiri di hatiku untuk membuat mereka menjadi orang besar, menjadi orang hebat, menjadi pemimpin besar, sehingga dengan kebesaran mereka namaku akan ikut besar. bukan berarti juga tanpa nama itu tidak ada motivasi untuk membuat anak-anakku menjadi orang besar, namun rasanya dengan itu, dorongannya akan menjadi lebih kuat.
dengan menyertakan nama ku di belakang nama anak-anak ku, aku berharap mereka kelak menjaga tingkah laku mereka, mereka akan berusaha menjaga nama ayahnya. mereka akan merasa malu untuk berbuat yang tidak pantas, karena akan mempermalukan ayahnya, karena dari namanya orang akan mudah tau dia itu anak siapa. aku pun akan cepat merasa malu dan dan akan cepat pula menasehati anak-anak ku jika ada perbuatan mereka yang tidak pantas.
putra kedua ku lahir tanggal 11 Desember 2011, 35 hari yg lalu. sesuai tekad ku, ku beri nama Chairi Alzaidi Yofri, ku panggil dia ZAID (hampir sama dg nama kakaknya dan juga nama sahabat rosululloh SAW) nama depan dan nama belakangnya sama dengan nama anak pertama ku, itu karena aku berharap anak-anak ku tetap menjadi anak yang baik dan menyandang nama ku di belakang prilaku baiknya kelak. semoga!
15 Januari 2011
04 September 2009
PENTINGNYA MANAJEMEN TRAFO
Sebuah trafo diharapkan dapat beroperasi secara maksimal (kalau bisa terus menerus tanpa terhenti). Mengingat perannya yang sangat vital, maka cara pemeliharaan dan perlakuannya dituntut sebaik dan setepat mungkin, dan tentunya juga harus dibarengi dengan pengetahuan personil yang memadai. Regu pemeliharaan harus mengetahui karakteristik trafo, apa-apa yang akan menimbulkan kerusakan, standar pengamanan, standar operasi, serta bagian-bagian mana yang perlu diawasi dan dipelihara melebihi bagian yang lainnya.
Jika tidak demikian, trafo akan mudah rusak, baik oleh faktor dari luar maupun oleh faktor dari dalam trafo itu sendiri. Secara umum, ada beberapa penyebab kerusakan pada trafo, diantaranya hubung singkat, beban lebih (over load), beban pincang, gangguan binatang, sambaran petir, kegagalan isolasi, dan lain sebagainya.
Selain mengakibatkan kerusakan bila tidak diperlakukan dengan baik, trafo juga berpotensi menimbulkan susut distribusi (losses), terutama jika dibebani tidak seimbang, dan melampaui kapasitas (over load) serta jika peralatan pendukungnya tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Sebenarnya sarang susut distribusi (losses) itu berada pada sisi tegangan rendah, lebih tepatnya pada gardu distribusi. karena di sini arusnya sangat besar. Kita tahu bahwa rumus untuk mencari losses adalah: I2 x R x cos Ø (watt). Jadi apabila terjadi kebocoran arus pada gardu distribusi, maka akan menimbulkan losses daya yang sangat besar.
1. Tidak akan terjadi kerusakan akibat sambaran petir apabila arde arrester dan arde body terpasang dengan benar dan tahanannya pentahannya sesuai standar (<5 Ω)
2. Tidak akan terjadi kerusakan akibat hubung singkat, baik oleh binatang maupun benda lainnya, jika pengaman sisi TM dan TR terpasang sesuai standar, maksimal 1,25 x Arus Nominal.
3. Tidak akan terjadi kerusakan akibat over load dan over blast fasa apabila trafo dibanani seraca proporsional, seimbang, dan tidak melebihi kapasitas.
4. Tidak akan terjadi kerusakan akibat kebocoran/kekurangan minyak apabila trafo dan level minyaknya diperiksa secara berkala, dan segera dilakukan perbaikan apabila terlihat ada rembesan minyak pada body.
5. Tidak akan terjadi kerusakan akibat rendahnya tahanan isolasi minyak apabila tegangan tembus minyak trafo diperiksa secara periodik dan di dijaga agar selalu berada pada batas normal dengan penyulingan dan atau penggantian.
6. Tidak akan menimbulkan losses yang besar apabila trafo dibebani seimbang, nilai tahannan pentanahan titik netral sesuai standar(<5 Ω), tidak terjadi over kapasitas pada opstij kabel, dan sambungan/terminal melekat dengan kuat, serta trafo dibebani secara proporsional.
YOFRIALDI, A.Md
8106019-R
Jika tidak demikian, trafo akan mudah rusak, baik oleh faktor dari luar maupun oleh faktor dari dalam trafo itu sendiri. Secara umum, ada beberapa penyebab kerusakan pada trafo, diantaranya hubung singkat, beban lebih (over load), beban pincang, gangguan binatang, sambaran petir, kegagalan isolasi, dan lain sebagainya.
Selain mengakibatkan kerusakan bila tidak diperlakukan dengan baik, trafo juga berpotensi menimbulkan susut distribusi (losses), terutama jika dibebani tidak seimbang, dan melampaui kapasitas (over load) serta jika peralatan pendukungnya tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Sebenarnya sarang susut distribusi (losses) itu berada pada sisi tegangan rendah, lebih tepatnya pada gardu distribusi. karena di sini arusnya sangat besar. Kita tahu bahwa rumus untuk mencari losses adalah: I2 x R x cos Ø (watt). Jadi apabila terjadi kebocoran arus pada gardu distribusi, maka akan menimbulkan losses daya yang sangat besar.
1. Tidak akan terjadi kerusakan akibat sambaran petir apabila arde arrester dan arde body terpasang dengan benar dan tahanannya pentahannya sesuai standar (<5 Ω)
2. Tidak akan terjadi kerusakan akibat hubung singkat, baik oleh binatang maupun benda lainnya, jika pengaman sisi TM dan TR terpasang sesuai standar, maksimal 1,25 x Arus Nominal.
3. Tidak akan terjadi kerusakan akibat over load dan over blast fasa apabila trafo dibanani seraca proporsional, seimbang, dan tidak melebihi kapasitas.
4. Tidak akan terjadi kerusakan akibat kebocoran/kekurangan minyak apabila trafo dan level minyaknya diperiksa secara berkala, dan segera dilakukan perbaikan apabila terlihat ada rembesan minyak pada body.
5. Tidak akan terjadi kerusakan akibat rendahnya tahanan isolasi minyak apabila tegangan tembus minyak trafo diperiksa secara periodik dan di dijaga agar selalu berada pada batas normal dengan penyulingan dan atau penggantian.
6. Tidak akan menimbulkan losses yang besar apabila trafo dibebani seimbang, nilai tahannan pentanahan titik netral sesuai standar(<5 Ω), tidak terjadi over kapasitas pada opstij kabel, dan sambungan/terminal melekat dengan kuat, serta trafo dibebani secara proporsional.
YOFRIALDI, A.Md
8106019-R
21 Juni 2009
17 Maret 2009
09 Maret 2009
MENYIKAPI KEHADIRAN KONSUIL DI SUMATERA BARAT.
Mulai bulan maret 2009, Setiap pemasangan baru instalasi listrik sebelum dilakukan penyambungan oleh pihak PLN mesti mendapatkan sertifikat layak operasi (SLO) dari sebuah komite independen bentukan pemerintah yang diberi nama ’KONSUIL’ (Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalasi Listrik). Aturan ini akan diberlakukan di Sumatera Barat secara bertahap mulai dari Kota Padang hingga ke daerah-daerah. Komite ini berdiri dilatar belakangi oleh seringnya terjadi kebakaran yang disinyalir akibat hubung singkat arus listrik. lhoo...
Mulai bulan maret 2009, Setiap pemasangan baru instalasi listrik sebelum dilakukan penyambungan oleh pihak PLN mesti mendapatkan sertifikat layak operasi (SLO) dari sebuah komite independen bentukan pemerintah yang diberi nama ’KONSUIL’ (Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalasi Listrik). Aturan ini akan diberlakukan di Sumatera Barat secara bertahap mulai dari Kota Padang hingga ke daerah-daerah. Komite ini berdiri dilatar belakangi oleh seringnya terjadi kebakaran yang disinyalir akibat hubung singkat arus listrik. lhoo...
Ya, selama ini yang menyatakan kelayakan instalasi listrik sebelum disambung dengan listrik PLN adalah biro instalatur yang memasang instalasi tersebut (ya jelas saja... mereka yang pasang, tentu saja dibilang layak, ya nggak..? he2). Jaminan kelayakan berupa selembar kertas sakti bertarif yang disebut SJI (Surat Jaminan Instalasi) yang dilampirkan bersama surat permohonan penyambungan baru ke PLN, yang hanya berlaku selama satu tahun. lho... yang tahun berikutnya siapa yang jamin....?, bukankah peraturan umum instalasi listrik yang berlaku (PUIL 2000) sudah menyatakan bahwa setiap instalasi tegangan rendah itu umurnya 15 tahun. trus kenapa AKLI hanya berani menjamin selama 1 tahun?. Apa karena pasangan mereka tidak sesuai standar? entahlah. jadi selama ini konsumen listrik dirugikan dong? entah juga lah. kalau seperti itu, jika terjadi kebakaran akibat kegagalan instalasi listrik siapa yang bertanggungjawab? Nggak tau tuh!, tapi yang menanggung akibatnya jelas saja konsumen/masyarakat yang mengalami kebaran tsb. Trus apa bisa dimintai tanggungjawab ke PLN? mana mau PLN!, bukankah sudah ada yang menjamin, PLN hanya bertanggungjawab sampai ke KWH meter saja, sedangkan instalasi itu tanggungjawab/milik pelanggan, yang menunjuk biro instalaturnya juga pelanggan yang bersangkutan. Jadi...
jadi apanya!, makanya pemerintah berinisiatif mendirikan KONSUIL (setidaknya menurut penulis gitu.., kali aja pemerintah punya alasan lain, ya nggak!.. he2). Sehingga kedepannya pihak instalatur diharapkan tidak asal pasang dan asal jamin lagi, alias sudah ada lembaga lain yang akan memeriksa pekerjaannya (itupun kalau diperiksa..) dan menyatakan kelayakannya. kalau nggak layak bisa dikatakan layak nggak? ya naggak bisa dong! tapi apa petugas KONSUIL itu mampu untuk benar2 memeriksa setiap instalasi yang dipasang oleh instalatur?. Seperti contoh di PLN Ranting Sitiung saja rata-rata pasangan baru itu 150 pelanggan per bulan. kalau di kota pastinya akan lebih banyak. jadi bayangan penulis, nanti-nantinya SLO KONSUIL sepertinya satu atau dua akan keluar juga dengan tanpa pemeriksaan. so...
so watt nya dihemat gitu lho... he2. nggak nyambung tau..!. ya jelas aja alur proses sambungan baru akan lebih lama dari biasanya. Dan biaya yang dikeluarkan masyarakat tentunya juga akan bertambah. Ya anggaplah biaya operasional KONSUIL itu ditanggung pemerintah, paling tidak untuk uang rokok pastilah intalatur itu berbasa-basi. akhirnya biaya pemasangan insatalasi akan semakin mahal.
Trus sekarang kita mesti ngapa?, demo? ya nggak lah... Setidaknya kita mendapat harapan baru dengan kehadiran KONSUIL ini. kita lihat saja sepak terjangnya bersama-sama. mudah-mudahan KONSUIL bisa bekerja secara profesional.
Sitiung, 9 Maret 2009 18:30 WIB
YOFRIALDI, A.Md
06 Februari 2008
Inikah Rasanya Pengabdian itu?
kadang ku harus merangkai kata manyusun angka demi mendapatkan sebuah formula untuk mempermudah pekerjaan, menghemat waktu dan tenaga.
kadang ku harus memelototi angka-angka, menghitung dan menganalisa setiap apa yang ditampilkan, demi menghasilkan sebuah kesimpulan; diabaikan atau di tindaklanjuti.
kadang ku harus pikirkan tindakan apa yang mesti dilakukan, apa yang mesti dipersiapkan, siapa, bagaimana dan kapan seharusnya dikerjakan.
kadang ku mesti meramalkan sesuatu yang bakalan terjadi jika ini atau itu dilakukan.
kadang ku mesti menyatakan 'iya' atau 'tidak', ' layak' atau 'tidak layak' terhadap segala sesuatu, tanpa mempertimbangkan biaya ataupun tenaga yang sudah dikeluarkan oleh orang lain.
kadang ku mesti menyuarakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang patut dan mana yang melanggar.
kadangku mesti melaporkan apa yang ku lihat, yang ku dengar, yang ku dapat, tanpa harus mempertimbangkan segala sesuatu yang menggiurkan menggodaku.
kadang ku mesti menjelaskan apa-apa yang telah ku putuskan, apa-apa yang telah ku tuliskan, apa-apa yang telah ku sampaikan.
kadang ku mesti bertanggungjawab atas apa yang telah ku perbuat, atapun orang lain perbuat.
kadang ku mesti menanggung akibat atas apa yang telah ku perbuat, ataupun orang lain perbuat.
kadang kuberhadapan dengan mereka yang memahamiku, memahami pekerjaanku, memahami aturan-aturan yang berlaku
kadang ku berhadapan dengan mereka yang tidak memahami ku, pekerjaan ku, dan aturan-aturan yang berlaku.
kadang ku berhadapan dengan mereka yang ramah, bijkasana dan bersahaja.
kadang ku berhadapan dengan mereka yang serakah, dan bermuka dua
kadang ku mesti kedinginan disaat yang lain merasakan kehangatan
kadang ku mesti kepanasan disaat yang lain merasakan kesejukan
kadang ku mesti kehujanan disaat yang lain bisa berteduh
kadang ku mesti bangun disaat yang lain terlelap
kadang ku mesti terjaga disaat yang lain dibuai mimpi indah.
kadang ku mesti bersiap siaga disaat yang lain santai-santai saja.
tapi aku belum dan tidak akan pernah putus asa,
aku belum dan tidak akan pernah menyerah,
aku akan terus berjuang,
sampai usaha ku berbuah prestasi,
sampai kerja ku dihargai oleh yang Maha Tinggi,
sampai maut menghadang,
aku akan terus berjuang.
Yofrialdi, A.Md
8106019-R
kadang ku harus memelototi angka-angka, menghitung dan menganalisa setiap apa yang ditampilkan, demi menghasilkan sebuah kesimpulan; diabaikan atau di tindaklanjuti.
kadang ku harus pikirkan tindakan apa yang mesti dilakukan, apa yang mesti dipersiapkan, siapa, bagaimana dan kapan seharusnya dikerjakan.
kadang ku mesti meramalkan sesuatu yang bakalan terjadi jika ini atau itu dilakukan.
kadang ku mesti menyatakan 'iya' atau 'tidak', ' layak' atau 'tidak layak' terhadap segala sesuatu, tanpa mempertimbangkan biaya ataupun tenaga yang sudah dikeluarkan oleh orang lain.
kadang ku mesti menyuarakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang patut dan mana yang melanggar.
kadangku mesti melaporkan apa yang ku lihat, yang ku dengar, yang ku dapat, tanpa harus mempertimbangkan segala sesuatu yang menggiurkan menggodaku.
kadang ku mesti menjelaskan apa-apa yang telah ku putuskan, apa-apa yang telah ku tuliskan, apa-apa yang telah ku sampaikan.
kadang ku mesti bertanggungjawab atas apa yang telah ku perbuat, atapun orang lain perbuat.
kadang ku mesti menanggung akibat atas apa yang telah ku perbuat, ataupun orang lain perbuat.
kadang kuberhadapan dengan mereka yang memahamiku, memahami pekerjaanku, memahami aturan-aturan yang berlaku
kadang ku berhadapan dengan mereka yang tidak memahami ku, pekerjaan ku, dan aturan-aturan yang berlaku.
kadang ku berhadapan dengan mereka yang ramah, bijkasana dan bersahaja.
kadang ku berhadapan dengan mereka yang serakah, dan bermuka dua
kadang ku mesti kedinginan disaat yang lain merasakan kehangatan
kadang ku mesti kepanasan disaat yang lain merasakan kesejukan
kadang ku mesti kehujanan disaat yang lain bisa berteduh
kadang ku mesti bangun disaat yang lain terlelap
kadang ku mesti terjaga disaat yang lain dibuai mimpi indah.
kadang ku mesti bersiap siaga disaat yang lain santai-santai saja.
tapi aku belum dan tidak akan pernah putus asa,
aku belum dan tidak akan pernah menyerah,
aku akan terus berjuang,
sampai usaha ku berbuah prestasi,
sampai kerja ku dihargai oleh yang Maha Tinggi,
sampai maut menghadang,
aku akan terus berjuang.
Yofrialdi, A.Md
8106019-R
05 Februari 2008
salam sehangat mentari pagi
Mungkin di suatu senja
Mentari kan bermega
Mentakwilkan mimpi-mimpi para perencana
Dan esok engkau harapkan
Mendatangimu dengan segudang kenyataan
Maka malam
akan menengok mu untuk saat yang tak nafi
Berselimut kelam engkau meringkuk
JAngkrik-jangkrik sepi akan berlantun
dengan suara-suara hati yang tercurah
sebagai teman malam mu yang setia
hingga nanti, ia akan berucap
Selamat pagi, kawan..
Fajar sudah menyinsing,
Usaplah matamu, untuk wudu' mu shubuh ini.
Naya Sekan
Mentari kan bermega
Mentakwilkan mimpi-mimpi para perencana
Dan esok engkau harapkan
Mendatangimu dengan segudang kenyataan
Maka malam
akan menengok mu untuk saat yang tak nafi
Berselimut kelam engkau meringkuk
JAngkrik-jangkrik sepi akan berlantun
dengan suara-suara hati yang tercurah
sebagai teman malam mu yang setia
hingga nanti, ia akan berucap
Selamat pagi, kawan..
Fajar sudah menyinsing,
Usaplah matamu, untuk wudu' mu shubuh ini.
Naya Sekan
Langgan:
Entri (Atom)

